Tampilkan postingan dengan label cinta suami istri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta suami istri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Januari 2010

Tips Memahami Pasangan Kita


Terkadang kita teramat frustasi saat mencoba memahami sikap dan karakter dari pasangan kita. Namun demikian, sebagai manusia yang normal kita ini masih butuh pasangan. Sehingga dalam perjalanan hidupnya manusia terus berusaha mencari siapa pasangan yang paling cocok untuk diri kita sendiri, supaya kita bisa terus bersama-sama dalam jangka waktu yang panjang alias seumur hidup. Dalam suatu survey yang melibatkan lebih dari 15 ribu wanita dan pria umur 17-60 tahun, terungkaplah apa yang wanita inginkan dari partner long-termnya dan apa yang pria pikir wanita inginkan. Berikut ini tips-tips yang dapat digunakan untuk memahami pasangan kita:
A. Yang wanita inginkan:
1. Kepribadian
2. Humor
3. Sensitivitas
4. Kepandaian
5. Bodi yang bagus
B. Yang pria pikir wanita inginkan:
1. Kepribadian
2. Bodi yang bagus
3. Humor
4. Sensitivitas
5. Wajah yang tampan
Studi ini menunjukkan bahwa pria sebenarnya cukup mengerti apa yang wanita-wanita inginkan. Sekarang kita lihat apa yang pria inginkan dan apa yang wanita pikir pria inginkan.
C. Yang pria inginkan:
1. Kepribadian
2. Wajah yang cantik
3. Kepandaian
4. Humor
5. Bodi yang bagus
D. Yang wanita pikir pria inginkan:
1. Wajah yang cantik
2. Bodi yang bagus
3. Dada yang besar
4. Pantat yang ok
5. Kepribadian
Ternyata wanita kurang tahu kriteria yang pria-pria inginkan sebagai partner hidupnya. Wanita membuat asumsi berdasarkan tingkah laku yang mereka lihat atau dengar tentang pria, yaitu pria yang matanya terbelalak dan mulutnya terbuka kalau melihat bodi wanita. Daftar A adalah kriteria jangka pendek dan panjang dari apa yang wanita inginkan dari pasangannya.Sementara untuk pria, daftar D adalah apa yang dia cari pertama kali ketika bertemu dengan wanita, tapi daftar C adalah apa yang dia cari untuk hubungan jangka-panjang.
Jadi gimana nih? Jadi bisa disimpulkan kalau pria-wanita itu memang makhluk paling unik yang Tuhan ciptakan. Berarti butuh pengertian dari kedua pihak supaya komunikasi dan hubungan cintanya bisa langgeng.
Ada beberapa tips khusus nih:
Buat pria:
1. Buatlah lingkungan yang nyaman kalau lagi ingin mesra-mesraan.
Wanita sensitif terhadap lingkungannya dan hormon estrogennya membuatnya sensitif terhadap cahaya. Ruangan yang agak redup membuat pupil mata mengecil, jadi orang bisa terlihat lebih menarik dan kulit-kulit yang kurang mulus atau berjerawat tidak jelas terlihat. Pendengaran wanita yang tajam berarti perlu musik yang tepat. Tempatnya pun harus bersih, yang tidak mudah diinterupsi orang lain.
2. Ajak makan
Sejak jaman purbakala pria sudah bertindak sebagai pencari makan, maka sewajarnyalah membawa wanita pergi makan bisa membangkitkan perasaan wanita. Mengajak wanita makan malam adalah peristiwa penting untuk wanita, walaupun dia sebenarnya tidak lapar atau sok tidak lapar (kan lagi diet!), karena penyediaan makanan menunjukkan perhatian pria terhadap kesejahteraan dan kelangsungan hidupnya.
3. Bawalah bunga
Kebanyakan pria tidak mengerti kekuatan dari seikat bunga segar. Mereka pikir, “Mengapa mengeluarkan uang untuk sesuatu yang bakal mati dan dibuang dalam beberapa hari?” Lebih logis buat pria untuk memberikan pohon dalam pot karena, dengan perhatian dan perawatan, pohon akan hidup, bahkan bisa dapat untung lagi! Seperti jualan mangga, duren, dan sebagainya.
Tapi, wanita tidak melihatnya seperti ini. Dia ingin seikat bunga segar sebagai tanda bahwa si pria punya perhatian untuknya. Setelah beberapa hari, memang bunganya akan mati dan dibuang. Tapi ini memberikan kesempatan untuk si pria membeli seikat lagi dan memberikan perhatian lagi ke wanitanya.
4. Bahasa tidak langsung
‘Indirect speech’ adalah bagian dari wanita dan untuk membangun hubungan dengan wanita. Pria perlu mendengarkan dengan efektif, sambil mengeluarkan ‘bunyi mendengarkan’ seperti “O…,” “Ehm”, dan bahasa tubuh yang tepat. Tidak usah memberikan pendapat atau solusi atau kelihatan bingung.
Kalau wanita ingin curhat karena punya masalah, teknik yang harus dipakai pria adalah dengan bertanya, “Kamu mau aku mendengar sebagai pria atau wanita?” Kalau dia bilang sebagai wanita, dengarkan saja dan beri dukungan moral. Kalau dia bilang sebagai pria, bolehlah tawarkan beberapa solusi.
Buat wanita:
1. Jangan interupsi kalau pria lagi ngomong.
Kalau ingin berkomunikasi dengan pria, strategi jitunya adalah jangan menginterupsi kalau dia sedang berbicara. Sebenarnya ini sulit sekali untuk wanita, karena buat wanita ngomong rame-rame itu membangun hubungan dengan sesama dan menunjukkan partisipasi. Wanita juga terdorong untuk mengalihkan pembicaraan supaya si pria kagum dengan pengetahuannya yang luas atau untuk membuat pria merasa penting. Padahal kalimat-kalimat yang dikatakan pria biasanya berorientasi pada suatu solusi dan dia perlu menyelesaikan kalimatnya, kalau tidak pembicaraan tersebut akan kehilangan maknanya.
2. Bahasa langsung
Supaya mendapat perhatian dari pria, beritahukan apa yang ingin dibicarakan dan kapan. Dengan kata lain buatlah agenda. Contohnya, “Aku ingin bicara sama kamu soal menangani masalah dengan bosku di kantor. Apakah kita bisa bicara setelah makan jam 7 malam nanti?” Ini lebih menarik untuk pria, membuatnya merasa dihargai! Diam saja atau menggunakan bahasa tidak langsung hanya akan membuat pria merasa disalahkan dan mereka menjadi defensif.
3. Bagaimana memotivasi pria
Wanita biasanya menggunakan kata “bisa”: “Kamu bisa telpon aku nanti malam?” “Kamu bisa jemput aku?” Ini akan diterjemahkan pria sebagai tantangan apakah dia bisa melakukannya atau tidak, tapi sama sekali tidak ada komitmen untuk melakukannya. Mereka kadang merasa dimanipulasi dan terpaksa memberikan jawaban “ya”. Untuk memotivasi pria, gunakan pertanyaan langsung untuk mendapatkan komitmennya. Contohnya, “Nanti malam kamu telpon aku kan?” menuntut komitmen untuk malam ini dan pria harus menjawab “ya” atau “tidak”.
4. Pria tidak suka diberi nasehat.
Pria merasa perlu bahwa ia mampu memecahkan masalahnya sendiri. Mendiskusikan masalah dengan orang lain akan membebani orang tersebut. Dia bahkan tidak akan menceritakan masalahnya dengan temannya, kecuali jika dia pikir temannya punya solusi yang lebih baik. Ketika wanita berusaha membuat pria menceritakan masalahnya, pria menolak karena ia melihatnya sebagai sikap mengkritik, atau ia merasa bahwa wanita itu menganggapnya tidak kompeten dan ia punya solusi yang lebih baik dari si pria. Padahal kenyataannya, maksud si wanita adalah untuk membuatnya merasa lebih baik dan sama sekali bukan tanda-tanda kelemahan. Jadi jangan beri nasihat ke pria kecuali diminta. Katakan saja bahwa kamu yakin dia mampu menyelesaikan masalahnya.
~~~
Sumber:
buku Why Men Don’t Listen & Women Can’t Read Map
oleh: Allan Pease & Barbara Pease

Rabu, 06 Januari 2010

Cinta dalam Perkawinan


Sesungguhnya rasa cinta yang kita miliki setelah terikat janji suci perkawinan akan terlihat secara jujur dan apa adanya, karena tidak ada tabir pembatas lagi bagi sepasang suami-istri dalam berinteraksi. Itu sangat berbeda dengan ketika rasa cinta tidak berada dalam bingkai suci perkawinan, misalnya dalam pacaran, yang biasanya penuh kebohongan yang dibalut oleh kata manis yang membuai dan melenakan.

Sebenarnya dalam sebuah perkawinan cinta akan diuji seiring dengan berbagai ujian kehidupan berumah tangga. Namun seiring pengetahuan akan kelebihan dan kekurangan dari pasangan kita yang mungkin jauh dari harapan awal sebelum menikah.Tentunya pula, cinta terhadap pasangan akan diuji apakah cinta tersebut cinta yang melahirkan kemaslahatan, cinta yang mencerahkan, ataukah cinta yang membelenggu.

Secara tidak sadar, terkadang cinta kita terhadap pasangan adalah cinta yang membelenggu, cinta yang membuat pasangan kita tidak bisa mengembangkan potensi kebaikannya secara optimal, cinta yang membuat pasangan kita terkungkung bahkan mungkin tertekan dengan rutinitas sehari-hari, cinta yang membuat pasangan kita surut semangat dakwahnya dibandingkan sebelum menikah, cinta yang membuat pasangan turun semangat ibadahnya, dan sebagainya.

Istri yang tanpa lelah selalu mendorong suaminya berkarya dan berkarya, sehingga waktunya bermanja pada suami pun jadi terbatas, adalah istri yang menebarkan cinta yang sifatnya prestatif.

Ketika seorang istri ingin selalu diperhatikan oleh suami, sehingga sepulang kerja si suami itu tidak boleh keluar rumah meski untuk sekadar berolahraga seminggu sekali; ketika seorang suami lebih suka minta istrinya di rumah saja, dan di sisi lain ia tidak suka istrinya menuntut ilmu untuk menambah wawasan; ketika seorang istri selalu minta suaminya berjamaah di rumah dengan alasan untuk menjaga romantisme kehidupan rumah tangga, padahal jamaah di masjid adalah sunah muakkad bagi laki-laki; atau ketika seorang ibu yang begitu cintanya kepada anak balitanya sehingga selalu melarang buah hatinya melakukan hal-hal baru (sebatas yang tidak berbahaya); ketika itu pula sedang berlaku cinta yang membelenggu, cinta yang berenergi negatif, dan cinta yang tidak konstruktif, melainkan destruktif.

Semestinya, cinta yang kita miliki merupakan cinta yang secara optimal mampu menumbuhkan potensi kebaikan pada orang yang kita cinta.